- Back to Home »
- Dinamika Atmosfer dan Dampaknya
Posted by : It's Me Frensia tanaga
Kamis, 29 Januari 2015
Materi Dinamika Atmosfer dan
Dampaknya
By Frensia tanaga
Hai sobat,kembali lagi saya akan mempostkan materi mengenai Dinamika atmosfer dan dampaknya semoga bermanfaat.
MATA
PELAJARAN : GEOGRAFI
KOMPETENSI DASAR : Dinamika Perubahan Atmosfer dan Dampaknya
Terhadap Kehidupan di Muka Bumi
MATERI POKOK : 1. Identifikasi ciri-ciri Lapisan Atmosfer dan pemanfaatannya
2. Dinamika unsur-unsur Cuaca dan Iklim
3. DKAT
4. Pembagian wilayah Iklim
5. Pengaruh perbedaan iklim terhadap kehidupan
6. Faktor penyebab perubahan Iklim Global
1. PENGERTIAN ATMOSFER
Atmosfer adalah selubung udara yang menutupi seluruh permukaan bumi. Udara merupakan
campuran dari berbagai gas. Sifat-sifat atmosfer antara lain :
- tidak berwarna, tidak berbau dan tidak dapat dirasakan kecuali dalam bentuk angin.
- dinamis dan elastis sehingga dapat mengembang dan mengerut
- transparan terhadap beberapa bentuk radiasi
- mempunyai berat sehingga menimbulkan tekanan.
Ilmu yang mempelajari tentang cuaca adalah meteorologi, sedangkan cuaca adalah keadaan
atmosfer pada saat yang pendek dan di tempat tertentu. Meteorologi erat sekali hubungannya
dengan klimatologi yaitu ilmu yang mempelajari iklim. Iklim yaitu keadaan rata-rata cuaca
dalam tempat yang relatif luas dan waktu yang lama.
Pengertian iklim menurut para ahli antara lain :
- Glen T.Trewartha mengemukakan bahwa iklim adalah generalisasi dari berbagai
keadaan cuaca dalam waktu yang panjang
- F.J.Monkhouse mengemukakan iklim adalah keadaan cuaca didaerah yang luas dan
waktu yang panjang
- Konggres Meteorologi Internasional tahun 1935, menentukan iklim suatu daerah
diperlukan data cuaca paling sedikit 30 tahun.
Klimatologi dan meteorologi mempunyai obyek yang sama yaitu atmosfer.
2. LAPISAN ATMOSFER
Atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan :
a. Troposfer dengan ketinggian 0 – 12 km
1). Lapisan yang berpengaruh terhadap kehidupan di bumi seperti angin, hujan, awan dll.
2). Troposfer terdiri atas :
a). Lapisan planetair dengan ketinggian 0 – 1 km
b). Lapisan konveksi dengan ketinggian 1 – 8 km
c). Lapisan tropopause dengan ketinggian 8 – 12 km
3). Temperatur troposfer relatif konstan, semakin tinggi, suhu semakin rendah
4). Tropopause yaitu lapisan pembatas antara lapisan troposfer dan stratosfer
5). Kegiatan udara secara vertikal ( konveksi) terhenti pada lapisan tropopause
b. Stratosfer dengan ketinggian 12 – 60 km
1). Stratosfer terdiri atas : lapisan isoterm, lapisan panas dan lapisan campuran teratas
2). Pada stratosfer terbentuk lapisan O3 (Ozon) pada ketinggian 35 km
Lapisan Ozon yaitu lapisan pelindung troposfer dan permukaan bumi dari pancaran
ultraviolet yang berlebihan sehingga tidak merusak kehidupan di bumi.
3). Ketinggian 50 km adalah daerah stratopause(peralihan lapisan stratosfer dan mesosfer).
c. Mesosfer dengan ketinggian 60 – 80 km
1). Terletak diantara lapisan stratopause dan mesopause(peralihan mesosfer dan termosfer)
2). Memiliki temperatur – 50 ºC sampai 70ºC.
3). Merupakan lapisan pelindung bumi dari kejatuhan meteor.
d. Termosfer dengan ketinggian 80 – 100 km
1). Memiliki temperatur antara - 40ºC sampai – 5ºC
2). Di lapisan ini sebagian molekul dan atom-atom udara mengalami ionisasi.
e. Ionosfer dengan ketinggian 100 – 800 km
1). Memiliki suhu antara 0º C sampai lebih dari 70º C
2). Di lapisan ini seluruh atom udara mengalami ionisasi sehingga mampu memantulkan
gelombang radio
f. Eksosfer dengan ketinggian lebih dari 800 km
1). Merupakan lapisan atmosfer bumi paling luar
2). Pengaruh gaya berat pada lapisan ini sangat kecil
3). Benturan antar bagian pada lapisan ini jarang terjadi
4). Pada lapisan ini meteor mulai berinteraksi dengan susunan gas atmosfer bumi.
3. CUACA
a. Unsur - unsur udara :
1) Unsur-unsur yang tetap kadarnya dan berjumlah sangatbanyak, antara lain: N2(zat lemas),
O2(Oksigen), Ar(Argon), dan CO2(asam arang).
2) Unsur-unsur yang tetap kadarnya dan berjumlah sangat sedikit, antara lain : Ne(Neon),
He(Helium), Kr(Kripton).
3) Unsur-unsur yang kadarnya tidak tetap, antara lain H2O ( Uap air )
b. Unsur –unsur Cuaca :
1) Penyinaran Matahari
☼ Banyak sedikitnya sinar yang diterima bumi tergantung :
a) lamanya penyinaran, makin lama penyinaran makin tinggi temperaturnya.
b) Sudut datang sinar matahari, makin miring makin berkurang panasnya
c) Tinggi rendah suatu tempat, makin tinggi tempat makin kecil temperaturnya
d) Angin dan arus laut, untuk mendinginkan daerah yang dilaluinya
e) Keadaan udara, bila mengandung uap/awan panas akan berkurang
f) Keadaan tanah,semakin gelap warna tanah semakin menyerap panas
g) Sifat permukaan, daratan lebih cepat menerima panas daripada laut
☼ Udara dapat menjadi panas karena proses :
a) Konveksi : pemanasan secara vertikal
b) Adveksi : penyebaran panas secara horisontal
c) Turbulensi : penyebaran panas secara berputar-putar
d) Konduksi : Pemanasan secara kontak/ bersinggungan
2) Temperatur atau Suhu
Semakin tinggi letak suatu daerah, akan semakin dingin temperaturnya.Menurut gradien
temperatur vertikal atau gradien thermis yaitu setiap naik 100meter, temperatur akan
turun 0,5 ºC. Untuk khusus daerah tropis seperti Indonesia penurunan suhu udara 0,6ºC
setiap naik 100meter.
Rumus untuk menghitung temperatur rata-rata pada suatu daerah adalah :
T= 26,3 – 0,6 h
T = temperatur rata-rata yang dicari
26,3 = temperatur rata-rata pantai tropis
h = tinggi tempat dalam ratusan meter
3) Tekanan Udara.
Kepadatan udara tidak sepadat tanah atau air, tetapi udara mempunyai berat dan tekanan.
Besar tekanan udara diukur dengan menggunakan Barometer.
Orang pertama yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli (1643),alatnya barometer
air raksa. Tekanan udara semakin rendah bila semakin tinggi dari permukaan air laut.
Besar tekanan udara dinyatakan dengan milibar (mb). Satu mb = ¾ mm raksa atau
1.013 mb = 76 cm raksa = 1 atmosfer.
Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang tekanan udaranya sama,
disebut garis isobar.
4) Kelembaban Udara
Kelembaban udara (humidity) adalah jumlah uap air yang dikandung udara.Alat pengukur
kelembaban udara yaitu hidrometer.Kelembaban udara dibedakan :
a. Kelembaban absolut atau kelembaban mutlak
yaitu jumlah uap air yang dikandung udara pada suatu daerah tertentu, yang dinyatakan
dalam gram uap air tiap m3 udara.
b. Kelembaban relatif atau kelembaban nisbi
yaitu bilangan yang menunjukkan perbandingan antara jumlah uap air yang dikandung
udara, dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada temperatur
dan tekanan yang sama.kelembaban relatif dinyatakan dalam persen (%).
Contoh : Pada suhu 25 0C udara yang bervolume 1 m3, maksimal dapat memuat 20
gram uap air .Namun kenyataannya hanya mengandung 15 gram uap air.
Kelembaban relatif udara tersebut adalah = 15/20 X 100 % = 75%.
5) Angin
Perbedaan tekanan udara dibeberapa tempat menimbulkan aliran udara dari tekanan
udara tinggi ke tekanan udara rendah yang disebut angin. Besarnya kecepatan angin
ditentukan dengan alat anemometer.Kecepatan angin ditentukan oleh :
a) Gradien barometrik, angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara melalui dua
garis isobar yang dihitung untuk tiap-tiap 111 km = 10 di ekuator.
b) Hukum stevenson, kecepatan angin bertiup berbanding lurus dengan gradien
barometriknya. Semakin besar gradien barometriknya semakin besar kecepatannya.
c) Relief permukaan bumi , angin bertiup kencang pada daerah yang reliefnya rata.
d) Ada tidaknya rintangan yang menghambat kecepatan angin
e) Gaya Coriolis, gaya pembelok akibat rotasi atau yang disebabkan karena rotasi bumi.
f) Ahli meteorologi Belanda Buys Ballot mengemukakan hukum arah angin, angin
bertiup dari tekanan maksimum menuju ke tekanan minimum, di belahan bumi utara
berbelok ke kanan dan di belahan bumi selatan berbelok ke kiri.
Jenis-jenis angin :
a) Angin yang bersifat tetap peredarannya
(1) angin Passat
Yaitu angin yang bertiup dari maksimum subtropis utara dan selatan menuju ke
minimum katulistiwa dan berbias menurut hukum Buys Ballot. Terdiri dari :
◘ Angin Passat Timur Laut ( di utara katulistiwa)
◘ Angin Passat Tenggara ( di selatan Katulistiwa)
(2) angin Anti Passat
Yaitu angin yang bertiup dari daerah katulistiwa bagian atas menuju kedua daerah
subtropis utara dan selatan (30º - 40º )LU dan LS.
(3) Angin Barat
Angin anti passat sebagian turun di kedua maksimum subtropika,sebagian lagi terus
menuju ke arah kedua kutub. Angin yang terus ini umumnya bertiup dari sebelah
barat, maka disebut angin barat.
(4) Angin Timur
Angin ini berasal dari kedua daerah maksimum kutub menuju minimum sub poler.
b) Angin yang bersifat tidak tetap peredarannya :
Angin Muson ( angin Musim ) yaitu angin yang bertiup setiap setengah tahun(6 bulan)
Sekali berganti arah yang berlawanan.
c) Angin Setempat atau Angin Lokal yaitu angin yang bertiup pada daerah/tempat tertentu
- Angin Darat dan Angin Laut
Pada malam hari suhu daratan lebih rendah daripada suhu lautan. Akibatnya tekanan
udara daratan lebih tinggi daripada tekanan udara lautan. Akibatnya bergeraklah
udara dari darat ke laut, maka berhembus angin darat. Sebaliknya pada siang hari
bertiup angin laut. Angin laut yaitu angin yang berasal dari laut ke darat, bertiap
kurang lebih pada siang hari
- Angin gunung dan Angin Lembah
angin gunung adalah angin yang bertiup dari lereng gunung ke lembah ( pada malam
hari ), sedangkan angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah ke gunung
pada siang hari)
- Angin Fohn
Angin fohn adalah angin yang bersifat panas dan kering yang turun dari daerah
pegunungan.Contoh:Angin Bohorok di Deli,Angin Gending di Pasuruhan,Angin Brubu
di Makasar, Angin Wombrau di Biak
- Angin Mistral (angin turun yang dingin)
- Angin Siklon (angin yang bertiup mengelilingi daerah bertekananudara minimum)dan
angin Anti Siklon ( angin yang berputar meninggalkan tekanan udara maksimum)
6) Awan
Awan terjadi sebagai akibat dari adanya proses kondensasi dari uap air. Dengan demikian
awan merupakan titik-titik air yang melayang-layang di atmosfer. Awan yang mencapai
permukaan bumi disebut dengan kabut. Jenis-jenis awan:
a) Berdasarkan bentuknya
(1) Awan cair, yaitu awan yang terbentuk dari bahan cair (air).
(2) Awan es (salju), yaitu awan yang terbentuk dari bahan es atau salju.
(3) Awan campuran, yaaitu awan yang terbentuk dari bahan air dan es (salju).
b) Berdasarkan ketinggiannya awan dapat dibedakan menjadi:
(1) Awan tinggi, dengan ketinggian > 6000 m
(2) Awan sedang, dengan ketinggian 2000 – 6000 m
(3) Awan rendah, dengan ketinggian < 2000 m
c) Berdasarkan morfologinya awan dapat dibedakan menjadi :
(1) Awan sirus, yaitu awan yang berwarna putih, tipis, dan pada siang hari kelihatan
mengkilat karena banyak mengandung kristal es.
(2) Awan stratus, yaitu awan yang berlapis-lapis seperti kabut tipis.
(3) Awan kumulus, yaitu awan yang berkembang secara vertikal, berbentuk kubah-
kubah menyerupai bunga kol dengan lengkungan bulat berwarna putih cemerlang
jika terkena sinar atahari.
(4) Awan nimbus, yaitu awan yang berwarna gelap, kelihatan basah dan sering
menyebabkan terjadinya hujan.
7) Hujan
Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara
alami. Sebelum hujan terjadi, didahului adanya penguapan yang kemudian mengalami
kondensasi sehingga membentuk awan. Dari awan ini karena pengaruh angin atau
konveksi maka terjadilah hujan.
Pada dasarnya hujan dapat diklasifikasikan sebagai berikut,
a) Berdasarkan bentuknya :
Hujan air (rain),Hujan salju (snow),Hujan es (hail stone)
b) Berdasarkan proses terjadinya
(1) Hujan orografis, yaitu hujan yang terjaad di daerah pegunungan.
(2) Hujan konveksi, yaitu hujan yaang terjadi karena pengaruh arus konveksi.
(3) Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi di daerah subtropis dan terjadi karena
adanya pertemuan antara massa udara yang panas dan dingin.
(4) Hujan konvergen, yaitu hujan yang terjadi karena adanya pengumpulan awan yang
disebabkan oleh adanya angin
(5) Hujan Zenital (hujan tropis) yaitu hujan yang terjadi didaerah tropis disebut juga
hujan naik equator
(6) Hujan musim terjadi di daerah yang dipengaruhi oleh angin muson/angin musim
8) Gejala – gejala optik di Atmosfer.
a) Pelangi yaitu lengkungan warna-warna spektrum yang terjadi karena pemantulan dan
pembiasan sinar matahari oleh titik-titik air di udara.
b) Halo yaitu lingkaran sinar yang mengelilingi bulan / matahari terjadi karena sinar
bulan/matahari menembus dan dibiaskan kristal-kristal es di awan yang sangat tinggi.
c) Fatamorgana yaitu ilusi optik yang terjadi karena pembiasan sinar matahari oleh
lapisan udara yang kerapatannya berbeda.
d) Aurora yaitu fenomena cahaya yang terlihat pada malam hari. Ada 2 macam aurora :
Aurora Borealis (di belahan bumi utara), Aurora Australis (di belahan bumi selatan).
4. DAERAH KONVERGENSI ANTAR TROPIK (DKAT)
DKAT yaitu daerah atau zone yang memiliki suhu tertinggi dibanding daerah sekelilingnya.
DKAT mempunyai hubungan erat dengan ekuator termis,sehingga DKAT juga disebut Equator
Thermal. Daerah bersuhu tinggi ini disebabkan karena pergeseran semu matahari sepanjang
tahun ( 231/2 0 LU- 231/20 LS ).Setiap tahun matahari berada diatas equator ini dua kali yaitu
tanggal 21 Maret dan tanggal 23 September, oleh karena itu daerah ekuator memiliki suhu
yang tinggi. Pergeseran DKAT ini memiliki manfaat bagi manusia yaitu dapat meratakan curah
hujan.Suhu yang tinggi di sekitar ekuator mengakibatkan banyak penguapan sehingga daerah ini
akan memiliki kelembaban yang kecil. Hal ini akan menimbulkan adanya hujan zenithal atau
hujan konveksi.
5. IDENTIFIKASI WILAYAH IKLIM BERDASARKAN GARIS LINTANG
a. Pembagian wilayah iklim berdasar garis lintang kita kenal dengan istilah iklim matahari. Hal
ini terjadi sebagai akibat adanya revolusi bumi atau pergeseran semu matahari dari 23 ½0 LU –
23 ½0 LS. Adanya pergeseran semu matahari menyebabkan perbedaan suhu antara tempat
yang satu dengan tempat yang lain.
Dalam iklim matahari, wilayah di permukaan bumi dibagi menjadi tiga wilayah tipe iklim,
yaitu iklim tropika, sedang dan kutub.
1). Daerah tropika, yaitu daerah yang terletak antara 23 ½0 LU – 23 ½0 LS. Pada daerah ini
mempunyai suhu udara yang relatif tinggi sepanjang tahun.
2). Daerah sedang, yaitu daerah yang terletak antara 23 ½0 - 66 ½0 , baik lintang utara (LU) atau
lintang selatan (LS). Di daerah ini terdapat empat musim yaitu musim dingin, semi, panas,
dan gugur.
3). Daerah kutub yaitu daerah yang terletak pada 66 ½0 - 900 baik LU maupun LS. Suhu udara
di daerah ini sepanjang tahun rendah. 900
Gambar : Wilayah Iklim Matahari
b. Pembagian wilayah iklim berdasarkan garis lintang selain iklim matahari juga iklim fisis. Iklim
Fisis yaitu : iklim yang selain berdasarkan letak lintang, dipengaruhi juga faktor-faktor berikut :
Pengaruh permukaan bumi yang terdiri atas samudera dan daratan,Pengaruh angin panas dan
dingin,Pengaruh arus laut panas dan dingin,Pengaruh relief(tinggi rendah permukaan bumi).
6. PENYEBARAN IKLIM DI INDONESIA MENURUT KOPPEN
Koppen membagi daerah iklim berdasar temperatur dan curah hujan. Koppen membagi
seluruh permukaan bumi menjadi lima kelompok utama, yaitu : Iklim A yaitu iklim tropis
(Af,Am danAw) , Iklim B yaitu iklim subtropik (BS dan BW), Iklim C yaitu iklim sedang
maritim (Cf, Cw danCs), Iklim D yaitu iklim sedang kontinental (Df dan Dw) serta E yaitu
iklim salju (ET dan EF).
Menurut Koppen, daerah tropis termasuk dalam tipe iklim A. Tipe iklim ini mempunyai
persyaratan bahwa suhu udara rata-rata bulan terdingin lebih dari 180 C. Tipe iklim A (Hujan
Tropis) dibagi menjadi tiga tipe, yaitu
a. Hutan Hujan Tropis (Af)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang memiliki rata-rata curah hujan bulan
terkering lebih besar dari 60 mm. Oleh karena itu hutan di daerah ini lebat.Indonesia dengan
tipe iklim Af: Sumatra, sebagian kecil Jawa, Kalimantan& Sulawesi Utara.
b. Muson Tropika (Am)
Daerah yang termasuk iklim ini adalah daerah yang jumlah hujan pada bulan-bulan basah
dapat mengimbangi kekurangan air hujan pada bulan-bulan kering. Di daerah ini hutan masih
dapat lebat,jenisnya hutan musim. Di Indonesia yang mempunyai tipe iklim Am adalah
sebagian besar Jawa, sebagian Sulawesi Selatan, dan pantai selatan Papua.
c. Savana (Aw)
Daerah yang termasuk dalam iklim ini adalah daerah dengan curah hujan bulan-bulan basah
tidak dapat mengimbangi kekurangan air pada bulan-bulan kering. Oleh karena itu vegetasi
yang ada di daerah ini hanyalah padang rumput atau pohon-pohon yang mempunyai
kebutuhan air sedikit.Di Indonesia yang mempunyai tipe iklim Aw: Madura, Nusa Tenggara,
sebagian Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Aru.
No. Golongan Keterangan
1. Tipe A Iklim hujan tropis, dengan suhu rata-rata bulanan 180 C
Af Tropic basah yaitu iklim panas dengan hujan sepanjang tahun dan terdapat hujan tropis
Am Tropic basah sedang yaitu iklim panas dengan musim hujan dan musim kemarau
Aw Tropic basah yaitu iklim panas dengan musim kemarau yang panjang
2. Tipe B Iklim kering, yaitu iklim dengan curah hujan sedikit sedangkan penguapan tinggi
Bs Iklim stepa
Bw Iklim gurun
3. Tipe C Iklim sedang yaitu iklim yang memiliki suhu rata-rata bulan terdingin antara 30 C – 180 C
Cw Iklim sedang dengan musim dingin yang kering
Cf Iklim yang lembab sepanjang tahun
Cs Iklim yang sedang dengan musim panas yang kering
4. Tipe D Iklim dingin yaitu iklim yang memiliki suhu rata-rata bulan terdingin < 30 C
Df Iklim hujan bersaljudingin, basah sepanjang tahun
Dw Iklim hujan bersalju dingin, dengan musim dingin yang kering
5. Tipe E Iklim kutub ( es ) yaitu iklim yang memiliki suhu rata-rata bulan terpanas < 100 C
ET Iklim tundra
EF Iklim es salju abadi
7. KLASIFIKASI IKLIM MENURUT JUNGHUHN
Pembagian iklim menurut Junghuhn berdasarkan ketinggian tempat dan jenis tanaman.
a. Daerah panas ( 0 – 600 m dpal) tanaman yang cocok:padi,tembakau, karet, kelapa
b. Daerah sedang ( 600 – 1500 m dpal) tanaman yang cocok :kopi, kina dan karet
c. Daerah sejuk ( 1500 – 2500 m dpal) tanaman yang cocok: kopi, kina dan sayur-sayuran
d. Daerah dingin ( lebih dari 2500 m dpal) tidak ada tumbuhan budaya
8. IKLIM SCHMIDT FERGUSON
Pembagian iklim berdasarkan curah hujan tiap-tiap bulan. MOHR membagi curah hujan tiap-
tiap bulan menjadi 3 yaitu :
a. Bulan Basah ( BB ), yaitu bulan yang curah hujannya lebih dari 100 mm
b. Bulan Lembab ( BL ), yaitu bulan yang curah hujannya antara 60 – 100 mm
c. Bulan Kering ( BK ), yaitu bulan yang curah hujannya kurang dari 60 mm
Dr Schmidt dan Ir Ferguson menghitung tingkat kebasahan yang disebut Q (Quantum), dengan
rumus sebagai berikut :
Jumlah bulan kering
Q = -------------------------- X 100 %
Jumlah bulan basah
9. DAMPAK PERBEDAAN CUACA & IKLIM TERHADAP KEHIDUPAN
a. Pengaruh Terhadap Pakaian
Masyarakat yang hidup di daerah tropik, terutama yang tinggal di daerah pantai atau dataran
rendah biasanya menggunakan pakaian yang tipis, karena suhu di daerah ini panas.Daerah
gunung atau tempat tinggi suhu udaranya dingin untuk itu memerlukan pakaian yang relatif
tebal agar tubuh tetap hangat. Di daerah beriklim sedang pada musim dingin perlu pakaian
yang tebal bahkan hampir menutup seluruh tubuh, tetapi paada musim panas mereka dapat
menggunaan pakaian yang tipis.
b. Pengaruh Terhadap Bentuk Rumah
Rumah-rumah yang ada di daerah pantai atau dataran rendah daerah tropis, biasanya banyak
ventilasinya, genting terbuat dari tanah. Pada daerah pegunungan yang tinggi yang suhunya
dingin, maka biasanya rumah mempunyai ventilasi yang sedikit dan atapnya banyak terbuat
dari seng. Di daerah sedang, rumah hanya sedikit membutuhkan ventilasi bahkan pada saat
musim dingin mereka memerlukan penghangat.
c. Pengaruh Terhadap Pekerjaan
Masyarakat di daerah pantai memanfaatkan cuaca yang berupa angin untuk melakukan
penangkapan ikan di laut.Hal ini dilakukan oleh masyarakat tradisional,yaitu memanfaatkan
angin darat untuk melaut dan memanfaatkan angin laut untuk mendarat. Masyarakat di
daerah dataran rendah memanfaatkan awal musim penghujan untuk pengolahan tanah.
Masyarakat di daerah pegunungaan banyak memanfaatkan lahan pertaniaan untuk
perkebunan atau tanamaan sayur-sayuran.
10. FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN IKLIM GLOBAL (El Nino DAN La Nina) DAN
DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
Keadaan yang menyebabkan kekeringan pada rentang waktu lama disebut El Nino sedang
keadaan yang menyebabkan hujan lebat pada rentang waktu lama disebut La Nina.
a. Keadaan Normal
Dalam keadaan normal angin pasat berhembus dari timur melintasi samudera Pasifik yang
menyebabkan air hangat dari Pasifik tengah terdorong ke arah barat.Air hangat terkumpul
sepanjang garis pantai Australia sebelah utara dan mengalir ke perairan Indonesia serta
terbentuk awan yang membawa hujan bila bergerak di atas Australia dan Indonesia.
b. Peristiwa El Nino
El Nino mengganggu setiap dua tahun sampai tujuh tahun sekali. Samudera Pasifik, mulai
Pasifik tengah sampai pantai Peru menjadi hangat, tidak demikian dengan
Indonesia.Terjadinya udara lembab yang berpusat di Samudera Pasifik tengah meluas ke
timur Amerika Selatan dan menyebabkan turunnya hujan di Samudera Pasifik,Australia
dan Indonesia berkurang dari biasanya, akibatnya timbul kekeringan di Australia dan
Indonesia yang sering disertai kebakaran rumput dan hutan.
c. Peristiwa La Nina
La Nina terjadi ketika angin pasat berhembus dengan keras dan terus-menerus melintasi
samudera Pasifik ke arah Australia mendorong lebih banyak air hangat ke Australia
sebelah utara dari biasanya yang mengakibatkan banyak awan yang terkonsentrasi dalam
keadaan seperti itu dan menyebabkan turunnya hujan lebih banyak di Australia, Pasifik
sebelah barat dan Indonesia. Di daerah tersebut terjadi hujan deras yang mengakibatkan
banjir dan air pasang.
KOMPETENSI DASAR : Dinamika Perubahan Atmosfer dan Dampaknya
Terhadap Kehidupan di Muka Bumi
MATERI POKOK : 1. Identifikasi ciri-ciri Lapisan Atmosfer dan pemanfaatannya
2. Dinamika unsur-unsur Cuaca dan Iklim
3. DKAT
4. Pembagian wilayah Iklim
5. Pengaruh perbedaan iklim terhadap kehidupan
6. Faktor penyebab perubahan Iklim Global
1. PENGERTIAN ATMOSFER
Atmosfer adalah selubung udara yang menutupi seluruh permukaan bumi. Udara merupakan
campuran dari berbagai gas. Sifat-sifat atmosfer antara lain :
- tidak berwarna, tidak berbau dan tidak dapat dirasakan kecuali dalam bentuk angin.
- dinamis dan elastis sehingga dapat mengembang dan mengerut
- transparan terhadap beberapa bentuk radiasi
- mempunyai berat sehingga menimbulkan tekanan.
Ilmu yang mempelajari tentang cuaca adalah meteorologi, sedangkan cuaca adalah keadaan
atmosfer pada saat yang pendek dan di tempat tertentu. Meteorologi erat sekali hubungannya
dengan klimatologi yaitu ilmu yang mempelajari iklim. Iklim yaitu keadaan rata-rata cuaca
dalam tempat yang relatif luas dan waktu yang lama.
Pengertian iklim menurut para ahli antara lain :
- Glen T.Trewartha mengemukakan bahwa iklim adalah generalisasi dari berbagai
keadaan cuaca dalam waktu yang panjang
- F.J.Monkhouse mengemukakan iklim adalah keadaan cuaca didaerah yang luas dan
waktu yang panjang
- Konggres Meteorologi Internasional tahun 1935, menentukan iklim suatu daerah
diperlukan data cuaca paling sedikit 30 tahun.
Klimatologi dan meteorologi mempunyai obyek yang sama yaitu atmosfer.
2. LAPISAN ATMOSFER
Atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan :
a. Troposfer dengan ketinggian 0 – 12 km
1). Lapisan yang berpengaruh terhadap kehidupan di bumi seperti angin, hujan, awan dll.
2). Troposfer terdiri atas :
a). Lapisan planetair dengan ketinggian 0 – 1 km
b). Lapisan konveksi dengan ketinggian 1 – 8 km
c). Lapisan tropopause dengan ketinggian 8 – 12 km
3). Temperatur troposfer relatif konstan, semakin tinggi, suhu semakin rendah
4). Tropopause yaitu lapisan pembatas antara lapisan troposfer dan stratosfer
5). Kegiatan udara secara vertikal ( konveksi) terhenti pada lapisan tropopause
b. Stratosfer dengan ketinggian 12 – 60 km
1). Stratosfer terdiri atas : lapisan isoterm, lapisan panas dan lapisan campuran teratas
2). Pada stratosfer terbentuk lapisan O3 (Ozon) pada ketinggian 35 km
Lapisan Ozon yaitu lapisan pelindung troposfer dan permukaan bumi dari pancaran
ultraviolet yang berlebihan sehingga tidak merusak kehidupan di bumi.
3). Ketinggian 50 km adalah daerah stratopause(peralihan lapisan stratosfer dan mesosfer).
c. Mesosfer dengan ketinggian 60 – 80 km
1). Terletak diantara lapisan stratopause dan mesopause(peralihan mesosfer dan termosfer)
2). Memiliki temperatur – 50 ºC sampai 70ºC.
3). Merupakan lapisan pelindung bumi dari kejatuhan meteor.
d. Termosfer dengan ketinggian 80 – 100 km
1). Memiliki temperatur antara - 40ºC sampai – 5ºC
2). Di lapisan ini sebagian molekul dan atom-atom udara mengalami ionisasi.
e. Ionosfer dengan ketinggian 100 – 800 km
1). Memiliki suhu antara 0º C sampai lebih dari 70º C
2). Di lapisan ini seluruh atom udara mengalami ionisasi sehingga mampu memantulkan
gelombang radio
f. Eksosfer dengan ketinggian lebih dari 800 km
1). Merupakan lapisan atmosfer bumi paling luar
2). Pengaruh gaya berat pada lapisan ini sangat kecil
3). Benturan antar bagian pada lapisan ini jarang terjadi
4). Pada lapisan ini meteor mulai berinteraksi dengan susunan gas atmosfer bumi.
3. CUACA
a. Unsur - unsur udara :
1) Unsur-unsur yang tetap kadarnya dan berjumlah sangatbanyak, antara lain: N2(zat lemas),
O2(Oksigen), Ar(Argon), dan CO2(asam arang).
2) Unsur-unsur yang tetap kadarnya dan berjumlah sangat sedikit, antara lain : Ne(Neon),
He(Helium), Kr(Kripton).
3) Unsur-unsur yang kadarnya tidak tetap, antara lain H2O ( Uap air )
b. Unsur –unsur Cuaca :
1) Penyinaran Matahari
☼ Banyak sedikitnya sinar yang diterima bumi tergantung :
a) lamanya penyinaran, makin lama penyinaran makin tinggi temperaturnya.
b) Sudut datang sinar matahari, makin miring makin berkurang panasnya
c) Tinggi rendah suatu tempat, makin tinggi tempat makin kecil temperaturnya
d) Angin dan arus laut, untuk mendinginkan daerah yang dilaluinya
e) Keadaan udara, bila mengandung uap/awan panas akan berkurang
f) Keadaan tanah,semakin gelap warna tanah semakin menyerap panas
g) Sifat permukaan, daratan lebih cepat menerima panas daripada laut
☼ Udara dapat menjadi panas karena proses :
a) Konveksi : pemanasan secara vertikal
b) Adveksi : penyebaran panas secara horisontal
c) Turbulensi : penyebaran panas secara berputar-putar
d) Konduksi : Pemanasan secara kontak/ bersinggungan
2) Temperatur atau Suhu
Semakin tinggi letak suatu daerah, akan semakin dingin temperaturnya.Menurut gradien
temperatur vertikal atau gradien thermis yaitu setiap naik 100meter, temperatur akan
turun 0,5 ºC. Untuk khusus daerah tropis seperti Indonesia penurunan suhu udara 0,6ºC
setiap naik 100meter.
Rumus untuk menghitung temperatur rata-rata pada suatu daerah adalah :
T= 26,3 – 0,6 h
T = temperatur rata-rata yang dicari
26,3 = temperatur rata-rata pantai tropis
h = tinggi tempat dalam ratusan meter
3) Tekanan Udara.
Kepadatan udara tidak sepadat tanah atau air, tetapi udara mempunyai berat dan tekanan.
Besar tekanan udara diukur dengan menggunakan Barometer.
Orang pertama yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli (1643),alatnya barometer
air raksa. Tekanan udara semakin rendah bila semakin tinggi dari permukaan air laut.
Besar tekanan udara dinyatakan dengan milibar (mb). Satu mb = ¾ mm raksa atau
1.013 mb = 76 cm raksa = 1 atmosfer.
Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang tekanan udaranya sama,
disebut garis isobar.
4) Kelembaban Udara
Kelembaban udara (humidity) adalah jumlah uap air yang dikandung udara.Alat pengukur
kelembaban udara yaitu hidrometer.Kelembaban udara dibedakan :
a. Kelembaban absolut atau kelembaban mutlak
yaitu jumlah uap air yang dikandung udara pada suatu daerah tertentu, yang dinyatakan
dalam gram uap air tiap m3 udara.
b. Kelembaban relatif atau kelembaban nisbi
yaitu bilangan yang menunjukkan perbandingan antara jumlah uap air yang dikandung
udara, dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada temperatur
dan tekanan yang sama.kelembaban relatif dinyatakan dalam persen (%).
Contoh : Pada suhu 25 0C udara yang bervolume 1 m3, maksimal dapat memuat 20
gram uap air .Namun kenyataannya hanya mengandung 15 gram uap air.
Kelembaban relatif udara tersebut adalah = 15/20 X 100 % = 75%.
5) Angin
Perbedaan tekanan udara dibeberapa tempat menimbulkan aliran udara dari tekanan
udara tinggi ke tekanan udara rendah yang disebut angin. Besarnya kecepatan angin
ditentukan dengan alat anemometer.Kecepatan angin ditentukan oleh :
a) Gradien barometrik, angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara melalui dua
garis isobar yang dihitung untuk tiap-tiap 111 km = 10 di ekuator.
b) Hukum stevenson, kecepatan angin bertiup berbanding lurus dengan gradien
barometriknya. Semakin besar gradien barometriknya semakin besar kecepatannya.
c) Relief permukaan bumi , angin bertiup kencang pada daerah yang reliefnya rata.
d) Ada tidaknya rintangan yang menghambat kecepatan angin
e) Gaya Coriolis, gaya pembelok akibat rotasi atau yang disebabkan karena rotasi bumi.
f) Ahli meteorologi Belanda Buys Ballot mengemukakan hukum arah angin, angin
bertiup dari tekanan maksimum menuju ke tekanan minimum, di belahan bumi utara
berbelok ke kanan dan di belahan bumi selatan berbelok ke kiri.
Jenis-jenis angin :
a) Angin yang bersifat tetap peredarannya
(1) angin Passat
Yaitu angin yang bertiup dari maksimum subtropis utara dan selatan menuju ke
minimum katulistiwa dan berbias menurut hukum Buys Ballot. Terdiri dari :
◘ Angin Passat Timur Laut ( di utara katulistiwa)
◘ Angin Passat Tenggara ( di selatan Katulistiwa)
(2) angin Anti Passat
Yaitu angin yang bertiup dari daerah katulistiwa bagian atas menuju kedua daerah
subtropis utara dan selatan (30º - 40º )LU dan LS.
(3) Angin Barat
Angin anti passat sebagian turun di kedua maksimum subtropika,sebagian lagi terus
menuju ke arah kedua kutub. Angin yang terus ini umumnya bertiup dari sebelah
barat, maka disebut angin barat.
(4) Angin Timur
Angin ini berasal dari kedua daerah maksimum kutub menuju minimum sub poler.
b) Angin yang bersifat tidak tetap peredarannya :
Angin Muson ( angin Musim ) yaitu angin yang bertiup setiap setengah tahun(6 bulan)
Sekali berganti arah yang berlawanan.
c) Angin Setempat atau Angin Lokal yaitu angin yang bertiup pada daerah/tempat tertentu
- Angin Darat dan Angin Laut
Pada malam hari suhu daratan lebih rendah daripada suhu lautan. Akibatnya tekanan
udara daratan lebih tinggi daripada tekanan udara lautan. Akibatnya bergeraklah
udara dari darat ke laut, maka berhembus angin darat. Sebaliknya pada siang hari
bertiup angin laut. Angin laut yaitu angin yang berasal dari laut ke darat, bertiap
kurang lebih pada siang hari
- Angin gunung dan Angin Lembah
angin gunung adalah angin yang bertiup dari lereng gunung ke lembah ( pada malam
hari ), sedangkan angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah ke gunung
pada siang hari)
- Angin Fohn
Angin fohn adalah angin yang bersifat panas dan kering yang turun dari daerah
pegunungan.Contoh:Angin Bohorok di Deli,Angin Gending di Pasuruhan,Angin Brubu
di Makasar, Angin Wombrau di Biak
- Angin Mistral (angin turun yang dingin)
- Angin Siklon (angin yang bertiup mengelilingi daerah bertekananudara minimum)dan
angin Anti Siklon ( angin yang berputar meninggalkan tekanan udara maksimum)
6) Awan
Awan terjadi sebagai akibat dari adanya proses kondensasi dari uap air. Dengan demikian
awan merupakan titik-titik air yang melayang-layang di atmosfer. Awan yang mencapai
permukaan bumi disebut dengan kabut. Jenis-jenis awan:
a) Berdasarkan bentuknya
(1) Awan cair, yaitu awan yang terbentuk dari bahan cair (air).
(2) Awan es (salju), yaitu awan yang terbentuk dari bahan es atau salju.
(3) Awan campuran, yaaitu awan yang terbentuk dari bahan air dan es (salju).
b) Berdasarkan ketinggiannya awan dapat dibedakan menjadi:
(1) Awan tinggi, dengan ketinggian > 6000 m
(2) Awan sedang, dengan ketinggian 2000 – 6000 m
(3) Awan rendah, dengan ketinggian < 2000 m
c) Berdasarkan morfologinya awan dapat dibedakan menjadi :
(1) Awan sirus, yaitu awan yang berwarna putih, tipis, dan pada siang hari kelihatan
mengkilat karena banyak mengandung kristal es.
(2) Awan stratus, yaitu awan yang berlapis-lapis seperti kabut tipis.
(3) Awan kumulus, yaitu awan yang berkembang secara vertikal, berbentuk kubah-
kubah menyerupai bunga kol dengan lengkungan bulat berwarna putih cemerlang
jika terkena sinar atahari.
(4) Awan nimbus, yaitu awan yang berwarna gelap, kelihatan basah dan sering
menyebabkan terjadinya hujan.
7) Hujan
Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara
alami. Sebelum hujan terjadi, didahului adanya penguapan yang kemudian mengalami
kondensasi sehingga membentuk awan. Dari awan ini karena pengaruh angin atau
konveksi maka terjadilah hujan.
Pada dasarnya hujan dapat diklasifikasikan sebagai berikut,
a) Berdasarkan bentuknya :
Hujan air (rain),Hujan salju (snow),Hujan es (hail stone)
b) Berdasarkan proses terjadinya
(1) Hujan orografis, yaitu hujan yang terjaad di daerah pegunungan.
(2) Hujan konveksi, yaitu hujan yaang terjadi karena pengaruh arus konveksi.
(3) Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi di daerah subtropis dan terjadi karena
adanya pertemuan antara massa udara yang panas dan dingin.
(4) Hujan konvergen, yaitu hujan yang terjadi karena adanya pengumpulan awan yang
disebabkan oleh adanya angin
(5) Hujan Zenital (hujan tropis) yaitu hujan yang terjadi didaerah tropis disebut juga
hujan naik equator
(6) Hujan musim terjadi di daerah yang dipengaruhi oleh angin muson/angin musim
8) Gejala – gejala optik di Atmosfer.
a) Pelangi yaitu lengkungan warna-warna spektrum yang terjadi karena pemantulan dan
pembiasan sinar matahari oleh titik-titik air di udara.
b) Halo yaitu lingkaran sinar yang mengelilingi bulan / matahari terjadi karena sinar
bulan/matahari menembus dan dibiaskan kristal-kristal es di awan yang sangat tinggi.
c) Fatamorgana yaitu ilusi optik yang terjadi karena pembiasan sinar matahari oleh
lapisan udara yang kerapatannya berbeda.
d) Aurora yaitu fenomena cahaya yang terlihat pada malam hari. Ada 2 macam aurora :
Aurora Borealis (di belahan bumi utara), Aurora Australis (di belahan bumi selatan).
4. DAERAH KONVERGENSI ANTAR TROPIK (DKAT)
DKAT yaitu daerah atau zone yang memiliki suhu tertinggi dibanding daerah sekelilingnya.
DKAT mempunyai hubungan erat dengan ekuator termis,sehingga DKAT juga disebut Equator
Thermal. Daerah bersuhu tinggi ini disebabkan karena pergeseran semu matahari sepanjang
tahun ( 231/2 0 LU- 231/20 LS ).Setiap tahun matahari berada diatas equator ini dua kali yaitu
tanggal 21 Maret dan tanggal 23 September, oleh karena itu daerah ekuator memiliki suhu
yang tinggi. Pergeseran DKAT ini memiliki manfaat bagi manusia yaitu dapat meratakan curah
hujan.Suhu yang tinggi di sekitar ekuator mengakibatkan banyak penguapan sehingga daerah ini
akan memiliki kelembaban yang kecil. Hal ini akan menimbulkan adanya hujan zenithal atau
hujan konveksi.
5. IDENTIFIKASI WILAYAH IKLIM BERDASARKAN GARIS LINTANG
a. Pembagian wilayah iklim berdasar garis lintang kita kenal dengan istilah iklim matahari. Hal
ini terjadi sebagai akibat adanya revolusi bumi atau pergeseran semu matahari dari 23 ½0 LU –
23 ½0 LS. Adanya pergeseran semu matahari menyebabkan perbedaan suhu antara tempat
yang satu dengan tempat yang lain.
Dalam iklim matahari, wilayah di permukaan bumi dibagi menjadi tiga wilayah tipe iklim,
yaitu iklim tropika, sedang dan kutub.
1). Daerah tropika, yaitu daerah yang terletak antara 23 ½0 LU – 23 ½0 LS. Pada daerah ini
mempunyai suhu udara yang relatif tinggi sepanjang tahun.
2). Daerah sedang, yaitu daerah yang terletak antara 23 ½0 - 66 ½0 , baik lintang utara (LU) atau
lintang selatan (LS). Di daerah ini terdapat empat musim yaitu musim dingin, semi, panas,
dan gugur.
3). Daerah kutub yaitu daerah yang terletak pada 66 ½0 - 900 baik LU maupun LS. Suhu udara
di daerah ini sepanjang tahun rendah. 900
Gambar : Wilayah Iklim Matahari
b. Pembagian wilayah iklim berdasarkan garis lintang selain iklim matahari juga iklim fisis. Iklim
Fisis yaitu : iklim yang selain berdasarkan letak lintang, dipengaruhi juga faktor-faktor berikut :
Pengaruh permukaan bumi yang terdiri atas samudera dan daratan,Pengaruh angin panas dan
dingin,Pengaruh arus laut panas dan dingin,Pengaruh relief(tinggi rendah permukaan bumi).
6. PENYEBARAN IKLIM DI INDONESIA MENURUT KOPPEN
Koppen membagi daerah iklim berdasar temperatur dan curah hujan. Koppen membagi
seluruh permukaan bumi menjadi lima kelompok utama, yaitu : Iklim A yaitu iklim tropis
(Af,Am danAw) , Iklim B yaitu iklim subtropik (BS dan BW), Iklim C yaitu iklim sedang
maritim (Cf, Cw danCs), Iklim D yaitu iklim sedang kontinental (Df dan Dw) serta E yaitu
iklim salju (ET dan EF).
Menurut Koppen, daerah tropis termasuk dalam tipe iklim A. Tipe iklim ini mempunyai
persyaratan bahwa suhu udara rata-rata bulan terdingin lebih dari 180 C. Tipe iklim A (Hujan
Tropis) dibagi menjadi tiga tipe, yaitu
a. Hutan Hujan Tropis (Af)
Daerah yang termasuk tipe iklim ini adalah daerah yang memiliki rata-rata curah hujan bulan
terkering lebih besar dari 60 mm. Oleh karena itu hutan di daerah ini lebat.Indonesia dengan
tipe iklim Af: Sumatra, sebagian kecil Jawa, Kalimantan& Sulawesi Utara.
b. Muson Tropika (Am)
Daerah yang termasuk iklim ini adalah daerah yang jumlah hujan pada bulan-bulan basah
dapat mengimbangi kekurangan air hujan pada bulan-bulan kering. Di daerah ini hutan masih
dapat lebat,jenisnya hutan musim. Di Indonesia yang mempunyai tipe iklim Am adalah
sebagian besar Jawa, sebagian Sulawesi Selatan, dan pantai selatan Papua.
c. Savana (Aw)
Daerah yang termasuk dalam iklim ini adalah daerah dengan curah hujan bulan-bulan basah
tidak dapat mengimbangi kekurangan air pada bulan-bulan kering. Oleh karena itu vegetasi
yang ada di daerah ini hanyalah padang rumput atau pohon-pohon yang mempunyai
kebutuhan air sedikit.Di Indonesia yang mempunyai tipe iklim Aw: Madura, Nusa Tenggara,
sebagian Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Aru.
No. Golongan Keterangan
1. Tipe A Iklim hujan tropis, dengan suhu rata-rata bulanan 180 C
Af Tropic basah yaitu iklim panas dengan hujan sepanjang tahun dan terdapat hujan tropis
Am Tropic basah sedang yaitu iklim panas dengan musim hujan dan musim kemarau
Aw Tropic basah yaitu iklim panas dengan musim kemarau yang panjang
2. Tipe B Iklim kering, yaitu iklim dengan curah hujan sedikit sedangkan penguapan tinggi
Bs Iklim stepa
Bw Iklim gurun
3. Tipe C Iklim sedang yaitu iklim yang memiliki suhu rata-rata bulan terdingin antara 30 C – 180 C
Cw Iklim sedang dengan musim dingin yang kering
Cf Iklim yang lembab sepanjang tahun
Cs Iklim yang sedang dengan musim panas yang kering
4. Tipe D Iklim dingin yaitu iklim yang memiliki suhu rata-rata bulan terdingin < 30 C
Df Iklim hujan bersaljudingin, basah sepanjang tahun
Dw Iklim hujan bersalju dingin, dengan musim dingin yang kering
5. Tipe E Iklim kutub ( es ) yaitu iklim yang memiliki suhu rata-rata bulan terpanas < 100 C
ET Iklim tundra
EF Iklim es salju abadi
7. KLASIFIKASI IKLIM MENURUT JUNGHUHN
Pembagian iklim menurut Junghuhn berdasarkan ketinggian tempat dan jenis tanaman.
a. Daerah panas ( 0 – 600 m dpal) tanaman yang cocok:padi,tembakau, karet, kelapa
b. Daerah sedang ( 600 – 1500 m dpal) tanaman yang cocok :kopi, kina dan karet
c. Daerah sejuk ( 1500 – 2500 m dpal) tanaman yang cocok: kopi, kina dan sayur-sayuran
d. Daerah dingin ( lebih dari 2500 m dpal) tidak ada tumbuhan budaya
8. IKLIM SCHMIDT FERGUSON
Pembagian iklim berdasarkan curah hujan tiap-tiap bulan. MOHR membagi curah hujan tiap-
tiap bulan menjadi 3 yaitu :
a. Bulan Basah ( BB ), yaitu bulan yang curah hujannya lebih dari 100 mm
b. Bulan Lembab ( BL ), yaitu bulan yang curah hujannya antara 60 – 100 mm
c. Bulan Kering ( BK ), yaitu bulan yang curah hujannya kurang dari 60 mm
Dr Schmidt dan Ir Ferguson menghitung tingkat kebasahan yang disebut Q (Quantum), dengan
rumus sebagai berikut :
Jumlah bulan kering
Q = -------------------------- X 100 %
Jumlah bulan basah
9. DAMPAK PERBEDAAN CUACA & IKLIM TERHADAP KEHIDUPAN
a. Pengaruh Terhadap Pakaian
Masyarakat yang hidup di daerah tropik, terutama yang tinggal di daerah pantai atau dataran
rendah biasanya menggunakan pakaian yang tipis, karena suhu di daerah ini panas.Daerah
gunung atau tempat tinggi suhu udaranya dingin untuk itu memerlukan pakaian yang relatif
tebal agar tubuh tetap hangat. Di daerah beriklim sedang pada musim dingin perlu pakaian
yang tebal bahkan hampir menutup seluruh tubuh, tetapi paada musim panas mereka dapat
menggunaan pakaian yang tipis.
b. Pengaruh Terhadap Bentuk Rumah
Rumah-rumah yang ada di daerah pantai atau dataran rendah daerah tropis, biasanya banyak
ventilasinya, genting terbuat dari tanah. Pada daerah pegunungan yang tinggi yang suhunya
dingin, maka biasanya rumah mempunyai ventilasi yang sedikit dan atapnya banyak terbuat
dari seng. Di daerah sedang, rumah hanya sedikit membutuhkan ventilasi bahkan pada saat
musim dingin mereka memerlukan penghangat.
c. Pengaruh Terhadap Pekerjaan
Masyarakat di daerah pantai memanfaatkan cuaca yang berupa angin untuk melakukan
penangkapan ikan di laut.Hal ini dilakukan oleh masyarakat tradisional,yaitu memanfaatkan
angin darat untuk melaut dan memanfaatkan angin laut untuk mendarat. Masyarakat di
daerah dataran rendah memanfaatkan awal musim penghujan untuk pengolahan tanah.
Masyarakat di daerah pegunungaan banyak memanfaatkan lahan pertaniaan untuk
perkebunan atau tanamaan sayur-sayuran.
10. FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN IKLIM GLOBAL (El Nino DAN La Nina) DAN
DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
Keadaan yang menyebabkan kekeringan pada rentang waktu lama disebut El Nino sedang
keadaan yang menyebabkan hujan lebat pada rentang waktu lama disebut La Nina.
a. Keadaan Normal
Dalam keadaan normal angin pasat berhembus dari timur melintasi samudera Pasifik yang
menyebabkan air hangat dari Pasifik tengah terdorong ke arah barat.Air hangat terkumpul
sepanjang garis pantai Australia sebelah utara dan mengalir ke perairan Indonesia serta
terbentuk awan yang membawa hujan bila bergerak di atas Australia dan Indonesia.
b. Peristiwa El Nino
El Nino mengganggu setiap dua tahun sampai tujuh tahun sekali. Samudera Pasifik, mulai
Pasifik tengah sampai pantai Peru menjadi hangat, tidak demikian dengan
Indonesia.Terjadinya udara lembab yang berpusat di Samudera Pasifik tengah meluas ke
timur Amerika Selatan dan menyebabkan turunnya hujan di Samudera Pasifik,Australia
dan Indonesia berkurang dari biasanya, akibatnya timbul kekeringan di Australia dan
Indonesia yang sering disertai kebakaran rumput dan hutan.
c. Peristiwa La Nina
La Nina terjadi ketika angin pasat berhembus dengan keras dan terus-menerus melintasi
samudera Pasifik ke arah Australia mendorong lebih banyak air hangat ke Australia
sebelah utara dari biasanya yang mengakibatkan banyak awan yang terkonsentrasi dalam
keadaan seperti itu dan menyebabkan turunnya hujan lebih banyak di Australia, Pasifik
sebelah barat dan Indonesia. Di daerah tersebut terjadi hujan deras yang mengakibatkan
banjir dan air pasang.